Lokasi Kampus
Background
Sarana
Sekolah Al-Azhar
Pelayanan
Amal dan Usaha
My Contact
|
Kami siap membantu anda Punya kendala seputar transaksi atau ingin konfirmasi apapun, silahkan pilih salah satu jalur ini CS1: CS2: |
| | Print | |
| Written by Ani Syarifah |
| Wednesday, 18 November 2009 07:31 |
|
Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai, tentu pepatah itu sudah tidak asing lagi kita dengar, namun bagaimana mengimplementasikan hidup hemat dalam realita bukan suatu perkara yang mudah. Ada banyak hal yang mempengaruhi gaya hidup seseorang, misal : faktor ekonomi, budaya, lingkungan, dan lain-lain. Begitupun dengan lembaga Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, di usianya yang ke- 57 tahun ini mengajak seluruh jajaran unit, sekolah maupun yayasan kerjasama untuk melakukan efisiensi dan penghematan dalam pencapaian visi dan misi yayasan tanpa mengurangi kualitas yang sudah di capai.
Seperti kita ketahui bersama Al-Azhar di kenal masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang memiliki prestisius yang tinggi, ada gengsi tersendiri bagi orang tua memasukkan anaknya ke sekolah yang mahal. Sebagian muridpun berasal dari kalangan menengah atas, sedikit banyaknya budaya mereka masuk ke lingkungan sekolah. Namun sekolah sebagai tempat pembelajaran harus mampu memfilter keadaan ini. Sebagai contoh, sekolah mengadakan kegiatan yang melibatkan murid didalamnya, kemudian harus menyediakan makanan, maka tidak perlu sekolah menyiapkan makanan sesuai dengan selera murid, karena tidak akan ada puasnya, cukup sediakan makanan dengan kelayakan yang telah memenuhi 4 sehat lima sempurna, dengan mengambil resiko bahwa makanan tersebut tidak tersentuh sama sekali, hal ini harus di pertahankan oleh sekolah-sekolah, denga harapan lambat laun murid akan terbiasa untuk tidak membuang makanan, mengikuti selera murid bukan solusi. Berhemat bukan berarti membatasi sesuatu hal, baik itu berupa kegiatan maupun kebiasaan, tetapi bagaimana caranya agar kegiatan tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan dengan memangkas biaya operasional yang tidak penting. Berhemat merupakan hal yang wajar dan baik untuk dilakukan, ini tidak saja berlaku bagi individu tapi juga lembaga, khususnya YPI Al-Azhar sebagai lembaga yang istiqomah dalam menegakkan syiar agama, hal ini sejalan dengan ajaran Islam, tidak melakukan hal yang sifatnya mubazir atau pemborosan melainkan hidup dengan kesederhanaan. Dalam Al Quran orang yang boros atau menghambur-hamburkan harta diumpamakan sebagai saudara syetan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al Israa’ :26-27). Maka sudah sepatutnyalah, kita meneladani kebersahajaan Rasulullah SAW. Bahwa kebersahajaan itu tidak menghalangi, tugas dan kinerja bahkan goal tetap tercapai. Sekretariat YPI Al-Azhar telah mengibarkan bendera penghematan, dan mengusungnya dalam raker YPI Al-Azhar Sabtu, 14 November 2009, di Aula TKIA 1, lt 2, gedung 8 lantai, Kebayoran Baru, jakarta Selatan. Raker ini diikuti oleh Badan Pengawas, Pengurus, Kepala Unit, Kepala Sekolah dan Pengurus Yayasan Kerjasama YPI Al-Azhar.
Dengan tema ’Hemat Sekarang Bahagia Mendatang’, Sekretariat YPI Al-Azhar telah membagi beberapa judul yang mengacu pada efisiensi dalam meningkatkan produktivitas kerja kepada 20 orang panelis yang telah ditunjuk untuk mempresentasikannya di depan forum, apa saja yang dapat dilakukan oleh tiap unit atau sekolah sehubungan dengan hal tersebut di atas. Masing-masing memaparkan makalahnya dalam empat termin, tiap termin di isi oleh lima panelis.
Tidak diperkenankan adanya tanya jawab, namun peserta yang lain dibolehkan untuk memberi masukkannya. Dari keduapuluh makalah yang dengan baik telah dipaparkan terlihat bahwa sudah ada beberapa sekolah atau unit telah melakukan upaya penghematan, dan hal ini perlu dilestarikan, ke depan tidak hanya dilakukan oleh segelintir atau sebagian saja namun seluruh jajaran terkait di YPI Al-Azhar.
Sebagai contoh kampus Cianjur, dalam hal penghematan terbiasa memanfaatkan barang bekas untuk di re-use kembali. Memanfaatkan barang bekas agar tetap berdaya guna setelah melalui proses tertentu, tanpa mengurangi kualitas atau mutu barang, langkah ini dapat menekan segi pembiayaan hingga 60 %.
Hasil dari reker adalah sebagai berikut : 1. Perlu adanya rambu-rambu yang jelas mengenai batasan penghematan yang di maksud oleh yayasan, 2. Perlu adanya standarisasi baik itu untuk barang inventaris, PC, dan lain-lain 3. Perlu adanya perlakuan yang sama terhadap kegiatan sekolah, bila sekolah satu tidak mendapat insentif maka hal yang sama diberlakukan juga untuk sekolah yang lain, 4. Perlu adanya komitmen yang kuat dari tiap kepala unit atau kepala sekolah. 5. Mulai memanfatkan sumber daya yang ada, baik itu materi non materi (SDM, SDA, dan lain-lain) secara optimal.
Dengan semangat kebersamaan dalam kesederhanaan kita capai prestasi, Semoga Al-Azhar tetap jaya. Amin
|
| Last Updated on Saturday, 13 March 2010 10:20 |
